Showing posts with label laporan instalasi wan. Show all posts
Showing posts with label laporan instalasi wan. Show all posts

Monday, October 18, 2010

Penentuan Posisi Menggunakan GPS (Garmin Etrex Vista)











Nama : Fajar Aris Viandi
Laporan menggunakan GPS
(GARMIN ETREX VISTA)

Tanggal : 13 Oktober 2010
Kelas : 3 TKJ A
Pemateri : Bpk. Rudi
Bpk. Yogas
Absen : 11
INSTALASI WAN


Tujuan:



- Memahami Konsep Survey Site

- Memahami teori tentang GPS

- Mampu menggunakan GPS

- Mampu menentukan dan menandai posisi



Teori:



GPS GARMIN
GPS adalah singkatan dari Global Positioning System, sistem satelit yang dapat memberikan posisi Anda di mana pun di dunia ini. Satelit GPS tidak mentransmisikan informasi posisi Anda, yang ditransmisikan satelit adalah posisi satelit dan jarak penerima GPS Anda dari satelit. Informasi ini diolah alat penerima GPS Anda dan hasilnya ditampilkan kepada Anda. Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. Dengan susunan orbit tertentu, maka satelit GPS bisa diterima diseluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi.



GPS sebenarnya adalah proyek Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang memberinya nama resmi NAVSTAR (NAVigation Satellite Timing And Ranging). Bagian utama dari sistem GPS adalah 24 satelit yang mengorbit Bumi di ketinggian 20.200 kilometer.



Tiap satelit mengitari bumi kira-kira sekali dalam 12 jam dengan kecepatan sekitar 11.000 kilometer per jam. Satelit GPS mempunyai panel-panel pengumpul tenaga Matahari untuk membangkitkan energi listrik yang diperlukannya. Selain itu juga ada baterai yang menyimpan tenaga listrik dan mempergunakannya saat satelit tidak memperoleh sinar Matahari.



Satelit GPS pertama diluncurkan tahun 1978 dan konstelasi 24 satelit berhasil dilengkapi tahun 1994. Setelah itu satelit-satelit baru rutin diluncurkan untuk meng-upgrade satelit lama atau mengganti satelit yang rusak/tidak berfungsi lagi. Tiap satelit mentransmisikan data navigasi dalam sinyal CDMA (Code Division Multiple Access)-sama seperti jenis sinyal untuk telepon seluler CDMA. Sinyal CDMA menggunakan kode pada transmisinya sehingga penerima GPS tetap bisa mengenali sinyal navigasi GPS walaupun ada gangguan pada frekuensi yang sama. Frekuensi yang digunakan adalah L1 (1575,42 MHz) dan L2 (1227,6 MHz).



KEGUNAAN



# Militer



GPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui mana teman mana lawan untuk menghindari salah target, ataupun menentukan pergerakan pasukan.



# Navigasi



GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu navigasi, dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan.



# Sistem Informasi Geografis



Untuk keperluan Sistem Informasi Geografis, GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi pengukuran.



# Pelacak Kendaraan



Kegunaan lain GPS adalah sebagai pelacak kendaraan, dengan bantuan GPS pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui ada dimana saja kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini.



# Pemantauan Gempa



Bahkan saat ini, GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya mm dalam setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik ataupun tektonik.



BAGAIMANA GPS MENGETAHUI POSISINYA



Untuk mengetahui posisi dari GPS, diperlukan minimal 3 satelit. Pengukuran posisi GPS didasarkan oleh sistem pengukuran matematika yang disebut dengan Triliterasi. Yaitu pengukuran suatu titik dengan bantuan 3 titik acu. Misalnya anda berada di suatu kota A (disini kota kita anggap sebagai titik), tetapi anda tidak mengetahui dimana anda berada. Untuk mengetahui keberadaan anda, anda bertanya kepada seseorang, dan orang tersebut menjawab bahwa anda 2 km dari kota B. Jawaban ini tidak memuaskan anda karena anda tidak tahu apakah anda di sebelah selatan, utara, barat, atau timur kota B. Kemudian anda bertanya kepada orang ke-2 dan mendapat jawaban bahwa anda berada 5 km dari kota C. Dengan jawaban ini anda sudah dapat membayangkan dimana posisi anda, hanya ada kemungkinan 2 titik berbeda yang berpotongan antara lingkaran dengan radius kota A dengan kota B dan lingkaran dengan radius kota A dengan kota C. Untuk lebih memperjelas lagi anda mumerlukan orang ke-3, misalnya anda berada di 1 km dari kota D. Dengan demikian anda mendapatkan perpotongan antara lingkaran dengan radius jarak kota A ke kota B, lingkaran antara kota A dan kota C, dan lingkaran antara kota A dan kota D. Dalam GPS kota A adalah alat penerima GPS, kota B, C, dan D adalah Satelit.
Cara Kerja:
  • Tekan tombol power pada perangkat GPS untuk mengaktifkannya


  • Masuk ke Main Menu


  • Untuk menandai lokasi dimana kita berada, tekan tombol Mark.


  • Untuk memberi nama lokasi yang akan kita tandai tekan tombol Enter, lalu ketikkan nama yang akan diberikan.


  • Pilih OK, lalu tekan tombol Enter.


  • Untuk melihat ataupun mencari posisi/koordinat yang telah kita buat, pada main menu tekan tombol Find > Waypoints, Pada Find: Kita bisa pilih by Name (berdasarkan nama) atau Nearest Point (titik terdekat) tekan tombol enter




Hasil
Lokasi : SMKN 1 CIMAHI
Hari/tanggal : Rabu/13 Oktober 2010












TKJ
S → 06˚54.077’
E →107˚32.326’
Ketinggian 741m
TBK
S → 06˚54.078’
E →107˚32.330’
Ketinggian 731m
Lapang 1
S → 06˚54.132’
E →107˚32.306’
Ketinggian 732m
Lapang Olahraga
S → 06˚54.097’
E →107˚32.374’
Ketinggian 733m
INSTIND
S → 06˚54.108’
E →107˚32.319’
Ketinggian 734m

Tuesday, September 28, 2010

Pengujian Signal to Noise Ratio (SNR)

Nama: Fajar Aris Viandi
Kelas: 3 TKJ A
Pemateri: Pak Yogas - Pak Rudi




  1. TUJUAN
    1. Siswa dapat memahami materi SNR
    2. Siswa dapat menghitung nilai SNR
    3. Siswa dapat mengaplikasikan materi SNR pada perangkat Wifi
  2. PENDAHULUAN
  3. Signal-to-noise Ratio (sering disingkat SNR atau S / N) adalah ukuran yang digunakan dalam sains dan teknik untuk menghitung berapa banyak sinyal telah rusak oleh kebisingan. Ini didefinisikan sebagai perbandingan daya sinyal dengan daya noise merusak sinyal. Sebuah rasio yang lebih tinggi dari 1:1 menunjukkan sinyal lebih dari kebisingan. Sementara SNR umumnya dikutip untuk sinyal-sinyal listrik, dapat diterapkan untuk setiap bentuk sinyal (seperti tingkat isotop dalam inti es atau biokimia sinyal antara sel-sel).
    Dalam istilah-istilah teknis yang kurang, sinyal-to-noise rasio membandingkan tingkat sinyal yang diinginkan (seperti musik) dengan tingkat kebisingan latar belakang. Semakin tinggi rasio tersebut, suara yang kurang menonjol latar belakang.
    “Sinyal-to-noise rasio” informal kadang-kadang digunakan untuk merujuk pada rasio informasi yang berguna untuk data palsu atau tidak relevan dalam percakapan atau pertukaran. Misalnya, dalam forum diskusi online dan komunitas online lainnya, posting di luar topik dan spam dianggap sebagai “noise” yang mengganggu sinyal diskusi yang sesuai.
  4. ALAT DAN BAHAN
    1. 1 unit PC
    2. Software untuk wireless sniffer seperti NetStumbler (untuk Windows) atau Wavemon (untuk Linux). Disini saya menggunakan Wavemon pada Ubuntu 10.04
    3. Access Point
    4. kabel UTP
  5. LANGKAH KERJA
    1. Hubungkan Access point ke PC menggunakan kabel UTP.
    2. Konfigurasi kan Access Point, set channel dan atur SSID nya.
    3. Installkan software Wavemon pada PC dengan menjalankan perintah berikut pada Terminal.
      # apt-get install wavemon
    4. Setelah instalasi wavemon selesai, ketikan perintah sebagai berikut untuk menjalankan wavemon.
      # wavemon
    5. Kemudian akan muncul list SSID yang terdeteksi di sekitar PC
    6. Pilih salah satu SSID yang akan di lihat nilai SNR nya.
    7. Bandingkan dengan perhitungan secara manual.
    8. Berikut adalah contoh gambar pada saat wavemon bekerja.

      Pengujian SNR 1
      SNR= Ps/Pn= 0.03mW / 0.00013mW = 230.77mW = 23.63 dB

      Pengujian SNR 2
      SNR= Ps/Pn= 0.50uW / 0.00003uW = 16,666.67uW = 42.218 dB

      Pengujian SNR 4
      SNR= Ps/Pn= 0.03mW / 0.00002mW = 1,500mW = 31.76 dB

      Pengujian SNR 5
      SNR= Ps/Pn= 0.79mW / 0.0000002mW = 3,950,000mW = 65.96 dB

      Pengujian SNR 6
      SNR= Ps/Pn= 3.16uW / 0.00013uW = 24307.09uW = 43.85 dB

      Pengujian SNR 7
      SNR= Ps/Pn= 0.63mW / 0.00004mW = 15,750mW = 41.97 dB

      Pengujian SNR 8
      SNR= Ps/Pn= 0.40mW / 0.00000020mW = 2,000,000mW = 63.01 dB
  6. HASIL KERJA
  7. No.Signal (dBm)Noise (dBm)SNR (dB)
    1-16-39+23
    2-33-75+42
    3
    4-16-47+31
    5-1-67+66
    6-25-69+44
    7-2-44+42
    8-4-67+63
  8. KESIMPULAN
Dengan melakukan praktikum ini kita dapat melakukan perbandingan hasil perhitungan nilai SNR antara menggunakan rumus dan menggunakan wavemon. Ternyata hasil perhitungan keduanya tak jauh berbeda. Selain itu, kita juga dapat menyimpulkan kualitas sinyal yang diterima oleh perangkat kita dilihat dari besarnya sinyal, noise dan nilai SNR-nya.
Jika nilai SNR >28,9 = Outstanding
Jika nilai SNR 20-28.9 = Excellent
Jika nilai SNR 1