Showing posts with label Instalasi WAN. Show all posts
Showing posts with label Instalasi WAN. Show all posts

Tuesday, April 26, 2011

Tugas 3- satelit dan koordinatnya

tugas 3

tugas 2 - topologi satelit

tugas 2

Tugas 1 - aplikasi dari frekuensi band

tugas 1

Tuesday, April 5, 2011

Pra KBM: Komunikasi Satelit

Komunikasi Satelit - Fajar Aris

Tuesday, February 15, 2011

PraKBM Instalasi WAN: EIRP

Nama: Fajar Aris Viandi

Kelas: 3 TKJ A


PraKBM Instalasi WAN: EIRP

EIRP (Effective Isotropic Radiated Power). EIRP adalah energi efektif yang didapat pada main lobe dari antena pengirim.Menghitung EIRP adalah dengan menjumlahkan penguatan antena(dalam satuan dBi) dengan level energi (dalam satuan dBm) pada antena tersebut.
sumber : http://rahmat999.wordpress.com/2009/08/03/penjelasan-dbm-dbi-eirp/
Penjelasan dan Perhitungan EIRP
Dalam sebuah Wireless Wide Area Network WWAN yang di operasikan di sebuah kota, sangat penting untk menjamin bahwa frekuensi dapat digunakan kembali untuk jarak tertentu. Seperti di dijelaskan sebelumnya bahkan antenna omni memungkinkan kita untuk mengcover jarak 4-5 km (diameter 8-10 km). Sedang dengan antenna sektoral pada Access Point kita dapat mengcover 6-8 km. Oleh karenanya, sesudah 4-10 km kita dapat me-reuse (memakai ulang) frekuensi untuk rekan lain yang ingin menggunakannnya.
Untuk menjamin bahwa frekuensi reuse dapat digunakan dengan baik, kita perlu membatasi maksimum daya yang diijinkan untuk terbang dari antenna. Salah satu batasan yang biasa digunakan adalah Effective Isotropic Radiated Power (EIRP). Effective Isotropics Radiated Power (EIRP) dapat dihitung dengan mudah menggunakan rumus berikut,
Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) dalam dBm
=daya input antenna [dBm] + penguatan antenna [dBi] Effective Radiated Power (ERP) dalam dBm
=  daya di input antenna [dBm] + penguatan antenna [dBd] Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) biasanya kita gunakan. Kita biasanya membatasi EIRP sekitar 36dBm.

Batas Legal

Batas EIRP yang legal pada frekeunsi 2.4GHz di Indonesia adalah:
  • Untuk Point-to-Point (P2P) 36dBm
  • Untuk Point-to-Multi-Point (P2MP) 30dBm
  • Daya pancar maksimum 100mW (20dBm).
Bagi mereka yang melanggar peraturan ini kemungkinan akan di kenakan ancaman merusak system komunikasi dengan denda Rp. 600 juta dan atau penjara 6 tahun.

Contoh perhitungan daya Effective Isotropic Radiated Power (EIRP)

TX PowerTX Power (dBm)Power Gain / LossInput Power ke AntennaAntennaEIRPLegal (Yes / No)
1 Watt(+30 dBm)-1 dB loss via 1 m coax+ 29 dBm+6 dBi+35 dBmYes
100 mW(+20 dBm)+14 dB Amplifier+34 dBm+8 dBi+42 dBmNo
25 mW(+14 dBm)+14 dB Amplifier+28 dBm+8 dBi+36 dBmYes

Kemudian ada beberapa faktor yang mempengaruhi transmisi sinyal wireless di udara, seperti Free Path Loss, Penyerapan Sinyal, Pemantulan Sinyal, Pemecahan Sinyal, Pembelokan Sinyal dan Line of Sight (LOS).
Apa itu Free Path Loss dan kawan-kawannya yang disebutkan diatas ? berikut penjelasan singkatnya :

  • Free Path Loss
    Model dimana sebuah sinyal yang menjauhi sumbernya makin lama akan menghilang. Ilustrasinya seperti saat anda menjatuhkan batu secara vertikal ke sebuah kolam air, akan terbentuk gelombang yang menjauhi titk batu dijatuhkan dan semakin jauh semakin menghilang, namun tidak berhenti, hanya menghilang. Sama halnya seperti sinyal Gelombang Radio Absorption ( Penyerapan/Peredaman Sinyal ) Seperti diketahui semakin besar Amplitudo gelombang (Power) Semakin jauh sinyal dapat memancar. Ini baik karena dapat menghemat acess point dan menjangkau lebih luas. Dengan mengurangi besar amplitudo (Power) suatu sinyal, maka jarak jangkauan sinyal tersebut akan berkurang. Faktor yang mempengaruhi transmisi wireless dengan mengurangi Amplitudo (Power) disebut Absorption (Penyerapan sinyal). Efek dari Penyerapan adalah panas. Masalah yang dapat dihadapi ketika signal di serap seluruhnya adalah, sinyal berhenti. Namun efek ini tidak mempengaruhi/ merubah panjang gelombang dan frekuensi dari sinyal tersebut.

    • benda yang dapat menyerap signal. Tembok, tubuh manusia, dan karpet dapat menyerap/meredam sinyal. Benda yang dapat menyerap/meredam suara dapat meredam sinyal.
      Peredaman sinyal ini perlu diperhitungkan juga saat akan mendeploy jaringan wireless dalam gedung, terutama bila ada kaca dan karpet. karena dalam hal ini peredaman sinyal akan terjadi.
    • Pemantulan Sinyal

      Sinyal radio bisa memantul bila menemui cermin/kaca. Biasanya banyak terjadi pada ruangan kantor yang di sekat. PemantulanI pun tergantung dari frekuensi signalnya. Ada beberapa frekuensi yang tidak terpengaruh sebanyak frekuensi yang lainnya. Dan salah satu efek dari pemantulan sinyal ini adalah terjadinya Multipath.
      Multipath artinya singnal datang dari 2 arah yang berbeda. Karakteristiknya adalah penerima kemungkinan menerima signal yang sama beberapa kali dari arah yang berbeda. Ini tergantung dari panjang gelombang dan posisi penerima. Karakteristik lainnya adalh Multipath dapat menyebabkan sinyal yang = nol, artinya saling membatalkan, atau dikenal dengan istilah Out Of Phase signal.

    • Pemecahan Sinyal / Scattering
      Isu dari pemecahan sinyal terjadi saat sinyal dikrim dalam banyak arah. Hal ini dapat disebabkan oelh beberapa objek yang dapat memantulkan signal dan ujung yang lancip, seperti partikel debu di air dan udara. Ilustrasinya dalah menyinari lampu ke pecahan kaca. Cahaya akan dipantulkan ke banyak arah dan menyebar. Dalam skala besar adalah bayangkan saat cuaca hujan. Hujan yang besar mempunyai kemampuan memantulkan sinyal. oleh karena itu disaat Hujan , sinyal wireless dapat terganggu.

    • Pembelokan Sinyal / Refraction
      Refraction adalah perubahan arah, atau pembelokan dari sinyal disaat sinyal melewati sesuatu yang beda massanya. Sebagai contoh sinyal yang melewati segelas air. Sinyal ada yang di pantulkan dan ada yang dibelokkan.

    • LOS (Line of Sight)
      Line of Sight artinya suatu kondisi dimana pemancar dapat melihat secara jelas tanpa halangan sebuah penerima. Walaupun terjadi kondisi LOS, belum tentu tidak ada gangguan pada jalur tersebut. Dalam hal ini yang harus diperhitungkan adalah - Penyerapan sinyal, pemantulan sinyal, pemecahan sinyal. Bahkan dalam jarak yang lebih jauh bumi menjadi sebuah halangan, seperti kontur bumi, gunung, pohon, dan halangan lingkungan lainnya.
    Untuk menentukan pengaruh dari kekuatan sinyal wireles, ada beberapa hal dan metoda yang dapat digunakan yaitu :
    • Fresnel Zone
      Sebuah metoda untuk menentukan dimana pemantulan akan terjadi di antara pengirim dan penerima disebut Fresnel Zone. Rumus Fresnel Zone ini dapat menentukan posisi ketinggian antena dengan Jarak yang dapat di tembus oleh sinyal Wireless. Dengan perhitungan yang tepat akan didapatkan hasil yang memuaskan dan tentunya diperhitungkan. Namun penerapan di Indoor sinyalnya terlalu pendek sehingga tidak terlalu berefek dalam jaringan wifi indoor.
      • Received Signal Strength Indicator (RSSI)
        RSSI ini menggunakan nilai yang spesifik untuk tiap vendor. Oleh karena itu penilaian vendor A belum tentu sama dengan vendor B. RSSI biasa diukur dalam besaran dBm. Salah satu alat untk menentukan RSSI adalah software Network Stumbler.

      • Signal to Noise Ratio (SNR)
        SNR adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seberapa kuat sinyal dibandingkan dengan gangguan di sekeliling yang menggangu sinyal. Bila Sinyal lebih kuat daripada gangguan / Noise maka sinyal dapat di tankap oleh receiver lebih baik, dan sebaliknya demikian. Blla Noise sekitar terlalu besar, maka yang akan di tangkap oleh receiver adalah sinyal yang samr-samar dan transmisi data tidak dimengerti. Bila Aplikasi yang anda gunakan dapat melaporkan pengukuran SNR, lebih baik bila mendapatkan angka yang lebih tinggi, namun juga dibuat berdasar nilai RSSI nya, sehingga juga ditentukan sendiri oleh vendor.

      • Link Budget
        Link Budget adalah nilai yang menghitung semua gain dan loss antara pengirim dan penerima, termasuk atenuasi, penguatan / gain antena, dan loss lainnya yang dapat terjadi. Link Budget dapat berguna untuk menentukan berapa banyak power yang dibutuhkan untuk mengirimkan sinyal agar dapat di mengerti oleh penerima sinyal.
        Berikut adalah rumus sederhana untuk menentukan Link Budget :
      Received Power (dBm) = Transmitted Power (dBm) + Gains (dB) - Losses (dB)
      Dengan memahami beberapa hal yang dapat mempengaruhi sinyal wireless dan karakteristiknya, maka kita akan dapat membangun jaringan Wireless yang lebih reliable dan diperhitungkan secara keseluruhan. Namun hal tersebut belum tentu tidak berubah karena seiring dengan waktu, pasti faktor-faktor yang ada akan berubah, misalnya tiba tiba dibangun sebuah bangunan yang menghalangi antena pemancar dan penerima, maka sinyal akan terganggu. Namun tentunya semua lebih dapat dimengerti dan beberapa pertanyaan yang misteri dapat di jawab dengan lebih baik. Terutama bagi anda yang akan mendesign sebuah jaringan wireless yang tidak hanya asal Connect dan jalan.
      Source: http://www.indohotspot.net/ZoneWifi/frontpage/readtutorial/22

      Calculator EIRP

      http://www.benelec.com.au/forms/EIRP%20System%20Calculator%20for%20Basic%20Ant%20Inst.htm


      Sumber lain:
      http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/EIRP

Pra KBM : Address Resolution Protocol (ARP)

Tuesday, October 12, 2010

Instalasi WAN: Site Survey (Wireless Edition)


Nama: Fajar Aris Viandi
Kelas: 3 TKJ A
Mata Pelajaran: Instalasi WAN
Pemateri: P.Yogas & P.Rudi

Survey site Radio Frekuensi (RF) adalah pemetaan untuk keberhasilan implementasi jaringan wireless. survey site tidak terlalu susah dan tekniknya cepat. survey site sangat penting dalam implementasi jaringan wireless. survey site digunakan untuk mendefinisikan kontur cakupan radio frekuensi dari sumber radio frekuensi (access point/bridge) dalam banyak fasilitas. site survey digunakan untuk mengetahui cakupan radio frekuensi yang dibutuhkan.


Persiapan untuk survey site meliputi:
  1. Pengumpulan informasi

  2. Pembuatan keputusan

Beberapa topik yang mungkin dibutuhkan sebagai pertanyaan manajemen jaringan sebelum survey site :
  1. Analisa fasilitas

Jenis fasilitas di rumah sakit yang memiliki peralatan radiologi, di real estate dengan kantor sebanyak 25 agen dalam hal ini keamanan sangat penting dimana cakupannya hanya 1 atau 2 central access point dan kebutuhan bandwith akan disebutkan sejak access internet atau transfer file.
  1. Menampilkan jaringan

Apakah jaringan telah siap?,pertanyaan yang biasanya ada pada administrator jaringan adalah sebagai berikut:
a. sistem operasi jaringan apa yanng digunakan
b. berapa banyak penggunanya yang membutuhkan access secara bersama- sama ke jaringan wireless
c. berapa besar kebutuhan bandwith dalam jaringan
d. protokol apa yang digunakan dalam wireless LAN
e. kanal den teknologi spread spectrum apa yang saat ini digunakan
f. pengukuran keamanan wireless LAN apa yang ada dilokasi
g. dimana point koneksi wired LAN diletakkan
h. apakah client menggunakana wireless LAN dalam sebuah organisasi
  1. Penggunaan area dan tower

Apakah Wireless LAN digunakan untuk indoor,outdoor atau kedua-duanya?...
wireless LAN menggunakan tipe outdoor dalam banyak situasi dan potensi rintangan dalam instalasi dan perbaikan wireless LAN.
Tipe tower apa yang digunakan?...
a. apakah butuh perijinan
b. apakah butuh struktur enggineer
  1. Tujuan & kebutuhan bisnis

Apakah tujuan dari wireless LAN?...
site surveyor harus memiliki pengetahuan darimana jaringan yang akan digunakan dan untuk tujuan apa. dengan mengetahui bagaimana effect jaringan wireless untuk tujuan bisnis, site surveyor akan dapat membuatnya lebih baik. site surveyor harus mengetahui kebutuhan bisnis untuk efisiensi survey site
  1. Kebutuhan bandwith dan roaming

Apakah dibutuhkan bandwith dan roaming?...
dengan implementasi teknologi dan penggunaannya saat survey site sebagai contoh jika client di perumahan hanya menggunakan wireless LAN sebagai tujuan untuk scanning data dari box label dan mengirim data ke server maka bandwith yang dibutuhkan sangat kecil. pengumpulan data hanya membutuhkan 2 MBPS.
Berapa banyak pengguna?...
dengan memahami berapa banyak pengguna yang akan dialokasikan dibutuhkan untuk menghitung besar data throughput masing-masing pengguna.
Tipe aplikasi apa yang akan digunakan wireless LAN?...
jaringan digunakan hanya untuk transmit data non-time sensitive atau data time sensitive seperti suara atau video. Aplikasi bandwitdh besar seperti suara atau video membuthkan throughput yang lebih besar tiap pengguna.
  1. Sumber yang digunakan

sumber yang digunakan berdasarkan pada budget project, waktu pengalokasian project, dan apakah administrator pernah ditraining tentang jaringan wireless.
Kebutuhan keamanan
level keamanan jaringan apa yang dibutuhkan?....
diskusi dengan pelanggan akan menyediakan informasi untuk solusi pelanggan oleh designer
Persiapan latihan
a. Apakah pelanggan bergerak menggunakan fasilitas seperti komputer portable atau desktop
b. Berapa jauh koneksi yang dibutuhkan oleh pelanggan
c. Level akses apa yang dibutuhkan pelanggan untuk sensitivitas data dalam jaringan, apakah membutuhkan keamanan, dan tipe keamanan seperti apa yang dibutuhkan
d. Apakah pelanggan dapat mengambil laptop nya ketika card wireless LAN nya dicuri
e. Apakah pelanggan menggunakan intensive bandwidth, sensitive time, atau aplikasi connection oriented.
f. Berapa sering pelanggan melakukan perpindahan
g. Apakah pelanggan memiliki akses internet
h. Apakah perangkat pelanggan sering dirubah untuk event khusus yang dapat mengganggu kerja wireless LAN
i. Siapa yang biasanya mendukung pelanggan dalam pengadaan jaringan, dan apakah mereka berkualitas untuk mendukung pelanggan wireless
j. Jika pelanggan bergerak, tipe peralatan mobile computing apa yang mereka gunakan
k. Berapa sering dan berapa jauh pelanggan bekerja dengan laptop tanpa daya AC
Persiapan Checklist
a. Dokumentasi daya sumber
b. Dokumentasi survey site wireless LAN
c. Pemetaan topologi
d. Pertemuan dengan administrator jaringan
e. Pertemuan dengan manager building
f. Pertemuan dengan security officer
g. Akses ke semua area fasilitas yang diakibatkan oleh wireless LAN
h. Akses ke wiring closet
i. Akses ke roof
j. Rencana konstruksi masa depan
Peralatan survey site
  1. Akses point

digunakan selama survey site dengan power output yang bervariasi dan konektor antena ekstenal.
  1. PC Card

  2. Laptop dan PDA

  3. paper

  4. spectrum analyzer

Menganalisis jaringan (a.k.a “sniffer”)
Sniffer adalah perangkat yang digunakan untuk mencari wireless LANs lain yang telah ada pada suatu area. Bekerja dengan mengambil paket yang dipancarkan oleh Wireless lan tersebut lalu memuat data informasi terperinci mengenai wireless LANs yang telah ada pada area tersebut.
Kit check survey site
Perangkat yang termasuk dalam kit site survey
· Laptop dan/atau PDA.
· Wireless PC card dengan drivernya & software utility yang dibutuhkan.
· Bridge atau accsess Point jika dibutuhkan.
· Baterei kemasan & DC-TO-AC konvertor.
· Software utility site survey ( dibuka dari laptop atau PDA).
· Alat tulis menulis.
· Cetak biru & diagram jaringan.
· Antena dalam dan luar ruangan.
· Kabel & connectors.
· Teropong dan radio dua arah.
· Payung dan/atau perlengkapan hujan.
· Hardware atau software khusus seperti sniffer dan spectrum analyzer.
· Peralatan, selotip dan perlengkapan lain untuk perpindahan hardware sementara.
· pengamanan dan tempat sebagai isi hardware untuk computer rumah, peralatan, dan keamanan dokumen selama survei dan perjalanan dari lokasi survey.
· Kamera digital untuk mengambil gambar dari tempat tertentu di dalam suatu fasilitas.
· Pengisi baterei.
· Attenuator antena .
· Roda untuk pengukuran.
· Tas travel atau cara lain untuk mengangkut peralatan & dokumentasi.
Mengadakan survey site
Mensurveilah ditempat dengan toolkit yang lengkap, berjalan beberapa miles sepanjang;seluruh client’s fasilitas umum. RF site survey adalah 10% survey dan 90% berjalan, gunakan sepatu yang nyaman saat dilokasi yang besar.
Survey indoor
Untuk survey dalam ruang, menempatkan dan merekam materi pada suatu copy, cetakbiru atau suatu gambar menyangkut fasilitas itu.
Survey outdoor
Merekam materi berikut pada suatu sket atau copy yang menyangkut hak milik.
Sebelum memulai
· Siapa yang akan memasang dan memindahkan accsess point pada tempat – tempat yang tinggi.
· Apakah ada seseorang yang mau memindahkan pohon yang menghalangi pemasangan sesuai zona freznel.
· Jika diperlukan tower baru, apakah izinnya sudah siap.
· Apakah diperlukan izin untuk pemasangan antenna pada tower.
· Apakah bangunan memerlukan kode plenum rate untuk peralatan yang digunakan.
Pengumpulan informasi RF
Informasi yang perlu dikumpulkan
· Range dan pola cakupan
· Data rate yang dinilai
· Dokumentasi
· Tes menyeluruh dan perencanaan kapasitas
· Sumber interferensi
· Kabel koneksi data dan power AC yang dibutuhkan
· Penempatan antenna diluar ruang
· Pemeriksaan dadakan
Laporan site survey
Setelah secara menyeluruh mendokumentasikan fasilitas pelanggan, perlu disediakan data untuk menyiapkan suatu laporan yang tepat untuk klien itu. Laporan akan bertindak sebagai peta untuk implementasi menyangkut Wireless LAN dan dokumentasi sebagai acuan kedepan untuk pengurus dan teknisi jaringan.
Laporan lokasi adalah puncak dari semua usaha sampai sekarang, dan mungkin membutuhkan harian atau bahkan mingguan untuk melengkapi laporan. Mungkin saja diperlukan untuk mengunjungi lokasi untuk mengumpulkan lebih banyak data atau untuk mengkonfirmasikan sebagian dari penemuan awal. Beberapa lebih banyak percakapan mungkin diperlukan untuk membuat keputusan dan sebagian dari orang dengan yang tidak dapat ditemukan manakala berada ditempat lokasi.
· Format laporan
· Tujuan bisnis dan laporan lokasi survey
· Metodologi
· Cakupan area RF
· Keseluruhan
· Interference
· Masalah area
· Gambar
Penempatan hardware dan cara mengkonfigurasi
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dibutuhkan untuk penempatan dan konfigurasi:
  • Apa nama dari tiap alat yang diatur?

  • Dimana dan bagaimana access point dan bridge ditempatkan agar didapat efektivitas yang maksimum?

  • Kanal apa yang diperlukan untuk tiap-tiap pemasangan acsess point?

  • Berapa banyak keluaran daya dari tiap-tiap access point pada sekali pengiriman?

Daftar fakta tentang masing-masing pemasangan access point atau yang telah terpasang harus tercakup di RF laporan lokasi survey. Daftar ini perlu memasukkan sedikitnya seperti berikut ini:
· Nama dari alat.
· Penempatan di dalam fasilitas.
· Type antenna yang digunakan.
· Penentuan daya keluaran .
· Connectors& kabel yang digunakan.
· Type antena yang digunakan berpindah-pindah.
· Bagaimana daya harus disajikan ke unit.
· Bagaimana data harus disajikan ke unit.
  • Gambaran penempatan di mana unit diharapkan untuk dipasang.

Laporan tambahan
Untuk memberitahu pelanggan tentang pelayanan terbaik. Diperlukan tambahan data berupa Potongan informasi tambahan yang menjadi anggota dalam lokasi mensurvei laporan adalah penemuan gangguan interferensi, type peralatan yang diperlukan, dan usul penempatan peralatan.
Survei situs penilaian cakupan sinyal per setiap jalur akses dalam bangunan tertentu. Hal itu menegaskan dengan klien cakupan 100% pada sinyal tertentu menjamin karyawan tidak akan memiliki masalah dengan pengiriman paket di jaringan nirkabel. Setiap struktur bangunan akan memiliki desain yang menentukan karakteristik sinyal. Yang paling sering masalah yang mengakibatkan masalah dengan penurunan sinyal nirkabel termasuk air, logam, bangunan kontur dan perangkat yang memancarkan gangguan elektro-magnetik. Beberapa jalur akses dapat mengirim pola memperluas cakupan 100-170 kaki sementara beberapa akan memancarkan sinyal 50 meter dengan karakteristik yang sama.
Desain struktur bangunan memiliki banyak hubungannya dengan itu.
Berikut ini adalah gambaran tentang proses survei situs:
1) Diskusikan Sinyal / Kebisingan dan Data Rate dengan Klien
2) Mendapatkan Rencana Lantai
3) Survey Bangunan Memperhatikan Signal dan Cakupan
4) Dokumen Penempatan Akses Point
Apa yang kemudian sinyal diterima? Sinyal untuk pemisahan kebisingan sekitar 20-25 dBm pada 54 Mbps adalah minimum dengan desain paling. Survei situs perangkat lunak mengukur sinyal 75 dBm kebisingan kontinyu dan 95 dBm (75/95) akan cukup untuk memiliki karyawan terhubung dan mengirim paket dengan tingkat pelayanan yang sama sebagai klien kabel. Sebagai melemahkan sinyal menjadi lebih sulit untuk membedakan antara sinyal 80 dBm dan 95 dBm kebisingan (80/95). Ada sedikit pemisahan antara sinyal dan kebisingan membuat sulit untuk mendeteksi sinyal. Ini adalah kontra intuitif bahwa jumlah yang lebih besar adalah sinyal lemah namun kunci dengan sinyal dan pengukuran kebisingan sinyal adalah angka negatif dan karenanya nilai yang lebih rendah adalah bilangan yang lebih besar. Diskusikan dengan klien apa klien adaptor khusus, standar 802.11a/b/g wireless dan data rate mereka akan menerapkan dan survei dengan itu. Menyebarkan standar 802.11a tidak memerlukan sebuah survei terpisah jika Anda menerapkan dual band dan mengamati dengan 802.11g. Beberapa perusahaan dengan tuntutan bandwidth yang lebih tinggi akan meningkatkan cakupan sel dengan survei 802.11a terpisah. Hal ini bukan sebagai biaya yang efektif dengan jalur akses tambahan dikerahkan per cakupan sel. Mengkonfigurasi jalur akses dengan protokol 802.11a/b/g dipilih, daya pancar dan data rate. Mengatur data rate dan mengirimkan kekuatan adaptor klien untuk maksimum selama survei.
Survei tapak bangunan melibatkan berjalan-jalan dengan laptop di kereta powered dikonfigurasi dengan adaptor klien nirkabel Cisco dan Cisco Aironet Desktop Utility (ADU). Perangkat lunak ini adalah utilitas yang tersedia dengan adaptor Cisco klien. Jalur akses Cisco ditempatkan di suatu tempat tertentu di langit-langit di atas genteng atau langit-langit, dinding, desktop atau bilik dan cakupan sinyal pengukuran dicatat. Jalur akses yang akan dipindahkan sampai cakupan yang optimal terjadi untuk sel tersebut. Pilih modus Adu aktif untuk memeriksa data rate, status link dan kesalahan sementara survei. Cakupan sel dapat ditransfer ke lantai rencana gambar Visio dengan penempatan akses khusus dan batas-batas sinyal. Jalur akses dipindahkan sekitar sampai seluruh gedung dipetakan. Kekuatan sinyal minimum yang harus dicatat per sel cakupan. Jadi, secara spesifik mungkin seperti yang disebutkan mana jalur akses harus diterapkan. Beberapa klien akan punya rencana lantai yang membuat survei situs jauh lebih mudah untuk mendokumentasikan cakupan. Scan setiap rencana lantai sebagai gambar Visio mencatat penempatan tertentu jalur akses dan pengalihan saluran.
peta Anda akan memiliki beberapa tumpang tindih cakupan yang tidak perhatian. Anda harus menetapkan saluran yang tidak tumpang tindih dengan sel tetangga dan karyawan tidak akan memiliki masalah dengan gangguan saluran. Seperti yang disebutkan di 802.11b dan 802.11g standar nirkabel menggunakan band frekuensi 2,4 GHz yang dapat menimbulkan gangguan Namun ada 3 non-overlapping channel (1, 6 dan 11) yang dapat diberikan. Sebagai contoh bangunan Anda harus memiliki lantai utama dengan 17 kamar dan setiap jalur akses mencakup 3 kamar menggunakan saluran tugas berikut:
AP1 Channel 1 Kamar 1-3
Channel AP2 6 ruangan 4-6
AP3 Channel 11 Kamar 7-9
AP4 Channel 1 Kamar 10-12
AP5 Channel 6 Kamar 13-15
AP6 saluran 11 Kamar 16-17
Dalam beberapa kasus Anda mungkin sinyal telah overrun antara AP2 dan AP5 dengan bentuk desain bangunan tertentu. Penurunan daya pancar dari 100 mW sampai 20 mW pada salah satu atau kedua titik akses dan mengkonfirmasi kekuatan sinyal masih diterima di kamar-kamar. Jika pengaturan penurunan daya pancar tidak memungkinkan untuk cakupan yang sama, posisi perubahan jalur akses, menerapkan jalur akses tambahan di watt menurun atau antena eksternal. survei Situs mengambil trial and error beberapa tahu di mana jangkauan sinyal mungkin akan terjadi. Anda akan tahu setelah melakukan beberapa pengujian awal di sebuah bangunan khusus apa cakupan yang diharapkan. Berjalan dengan laptop ketika memulai dan mendapatkan beberapa pemahaman tentang pola sinyal. Sinyal menyerbu sering dapat terjadi di luar gedung sehingga merugikan keamanan dengan hacker di jalan. Survei situs tidak harus mengkonfirmasikan sinyal dibanjiri jalur akses daya pancar diminimalkan.
Multi-lantai bangunan akan memiliki beberapa jalur akses yang akan mengirimkan sinyal di beberapa lantai. Anda dapat saja penggunaan jalur akses yang lebih sedikit harus menutup jalur akses yang lantai atau penurunan daya pancar dan menetapkan saluran yang tidak tumpang tindih seperti yang dibahas. Masalah dengan sinyal overrun adalah kekhawatiran di mana jalur akses mencakup beberapa lantai dan tidak semua dari sebuah kamar di lantai lain. Anda ingin akses poin spasi dengan cakupan sinyal yang tepat dan minim tumpang tindih. Sekali lagi bangunan tersebut dapat memungkinkan untuk jalur akses untuk menutup lantai satu atau 2 lantai dengan kekuatan sinyal yang diperlukan di mana-mana. Haruskah lantai ketiga ada Anda dapat menyebarkan di lantai itu. Lantai pertama dan kedua akan mempunyai titik akses di lantai pertama. Menyebarkan di lantai dua akan menyebabkan sinyal tumpang tindih. Itu bukan merupakan masalah dengan saluran tidak tumpang tindih, namun klien dengan roaming cepat harus diasosiasikan dengan jalur akses terdekat. Memiliki jalur akses di lantai kedua dan ketiga dapat menyebabkan beberapa klien di lantai tiga untuk memilih jalur akses lantai dua atas memanfaatkan dan penurunan kinerja.
Klien mengirimkan sinyal dan memilih jalur akses yang terdekat dengan sinyal terbaik, angka yang lebih rendah dari klien dan pengaturan keamanan yang sesuai. Sebuah negosiasi antara titik akses dan adaptor klien terjadi dan data dikirim pada tingkat tertinggi didukung tersedia. Peta cakupan dengan penempatan jalur akses harus spesifik mungkin selama survei yang menggambarkan penempatan jalur akses. Menyebarkan semua jalur akses dan konektivitas uji. Dengan akses semua poin transmisi kemungkinan terjadi gangguan dan untuk desain dapat dimodifikasi sebelum penempatan. Sinyal menyerbu luar dapat diuji mengkonfirmasikan sinyal tetap dalam batas-batas dinding dan tidak ada akses dari jalan. Spektrum analisa dapat digunakan selama survei situs atau setelah memeriksa frekuensi dengan gangguan dan sumber mungkin. Mendefinisikan rencana tes keamanan adalah ide yang baik setelah menyebarkan jalur akses.
Buatlah catatan survei tentang masalah mounting, di mana outlet listrik AC tidak tersedia, jarak antara lemari pengkabelan dan jarak antara titik akses kabel dan saklar. Cisco tidak memiliki nirkabel yang tersedia di luar jembatan yang menghubungkan bangunan dengan saling berhadapan. Ada sebuah survei yang terlibat dengan mengerahkan jembatan yang menganggap rugi rugi lintasan dengan sinyal ditransmisikan dan bagaimana masalah lingkungan hidup seperti angin dan hujan akan mempengaruhi data yang dikirimkan.